- Mungkin di sini perlu anda ketahui salah satu aset sejarah bangsa Indonesia yang berada di perbatasan antara Desa Bagolo dan Desa Emplak, di Kab. Ciamis, Jawa Barat, merupakan salah satu terowongan kereta api terpanjang di Indonesia.
- Terowongan Wilhelmina yang di bangun pada zaman penjajahan Belanda ini memiliki panjang sekitar 1200 m. terowongan kereta api yang dulu menghubungkan Banjar-Cijulang, kini keberadaanya sungguh memprihatinkan, dengan rel yang hilang dan muka terowongan yang tak terurus, di rambati akar-akar tanaman semak belukar, semakin menghilangkan pamor dari sejarah maupun aset wisata dari terowongan terpanjang di Indonesia ini.
- Terowongan Wilhelmina sebenarnya dapat di gali menjadi sebuah sarana wisata bersejarah yang ada di kabupaten Ciamis, jikalau Pemda Ciamis sendiri, cepat tanggap terhadap tempat-tempat bersejarah, selain hanya obyek wisata pantai, misalkan 300 m dari terowongan wilhelmina, kita akan menjumpai Jembatan Cikacepit yang merupakan jembatan kereta api yang memiliki panjang sekitar 1250 M dengan tinggi 100 M ini yang berada di Desa Pamotan, Kalipucang, semuanya itu merupakan obyek-obyek yang ada di wilayah ciamis yang harus di kembangkan menjadi obyek wisata bersejarah, bekas peninggalan Belanda.
- Demikianlah sekilas gambaran informasi mengenai obyek-obyek wisata yang masih perlu pengembangan oleh Dinas Budaya dan Pariwisata, khusus Pemda Ciamis agar perawatan dan pengembangannya segera di prioritaskan, apalagi terowongan wilhelmina merupakan aset budaya, yang perlu di jaga dan rawat, sebagai bukti sejarah bekas peninggalan jaman penjajahan Belanda dulu. trima kasih










]]>






Jakarta Time


































</a














28 September 2009 pukul 5:03 am
Perlu difasilitasi oleh Pemerintah Daerah, untuk dibuatkan jalan setapak kearah mulut Terowongan Wilhelmina, papan petunjuk arah dan tempat parkir kendaraan pengunjung nantinya, serta perawatan prasarana lingkungan tentunya. Pelayanan yang memadai akan mengundang banyak pengunjung untuk kembali bersama keluarga dan rekan pengunjung lainnya. Semoga!!!!!!!!
6 Juli 2010 pukul 5:31 am
terowongan ku sayang terowongan ku malang
18 Januari 2011 pukul 3:41 am
Wow…fantastis, kami pernah melintasi terowongan Wihelmina. dengan kedalaman hingga 1.2 Km. benar2 uji nyali… suana hening, gelap, hanya terdengar air menetes dari bebatuan… tapi ketegangan itu terbayar setelah berhasil keluar dari terowongan. kami di suguhkan dengan pemandangan air terjun kecil ga jauh dari terowongan dan jembatan cikacepit yang melintang menyebrang jurang…
pengalaman ini tak terlupakan… keren habis.
3 Februari 2011 pukul 12:02 am
saya malahan tinggal di daerah dekat terowongan wilhelmina dan jembatan kacepit, tepatnya di desa pamotan.. keaadan situs2 ini memang sungguh memperihatinkan, padahal salah satu dari tiga terowongan terebut masih digunakan warga sebagai jalur alternatif jika hendak menuju jalan raya banjar pangandaran…
tak tahulah siapa yang mesti bertanggung jawab… warga atau pemerintah???
27 April 2011 pukul 6:35 am
Tolong jembatan kacepit di pelihara, soalx tinggalan bersejarah
24 Mei 2011 pukul 9:49 am
ti sumber ka karang nini lewat torowongan sumber, baheula keur leutik heuk..heuk… asa wararaas nyawang ka mangsa katukang….